p. 1
satu jadi bersepeda besok fal tanya didin kepadaku kami sedang mengambil sepeda di tempat parkir setelah bel pulang tempat parkir ramai oleh anak-anak yang berebutan mengambil sepeda mereka berasal dari kelas satu sampai kelas enam suara teriakan dan tawa mereka memenuhi tempat parkir petugas parkir selalu kewalahan melayani anak-anak yang mengambil sepeda ketika bel pulang kebanyakan murid sd ini naik sepeda ke sekolah rumah mereka kebanyakan di sekitar sd ada yang asli kampung ada pula yang berasal dari perumahan setiap sepeda harus dimasukkan ke tempat parkir tidak boleh meletakkan sepeda di halaman sekolah selain mengurangi tempat untuk bermain juga mengganggu pemandangan hari ini hari sabtu pelajaran hanya enam jam setelah istirahat hanya ada dua jam pelajaran setelah itu bel pulang kebetulan ibuku tidak ada rencana keluar kata didin kemudian mungkin kita bisa bersepeda ke alun-alun kota ya boleh jawabku tapi sepedaku belum dicat kataku sambil mengelus setang mungkin nanti sore aku akan minta ayah untuk membelikan cat sekalian dicat supaya besok pagi sudah kering kenapa harus dicat begitu saja sudah bagus wah kurang keren din lihat saja besok kamu pasti akan kaget melihat sepedaku oke aku tunggu besok jam tujuh di dekat patung ya kata didin tersenyum lebar didin mengayuh sepedanya tubuhnya yang kecil kelihatan lucu ketika kakinya mencoba menggapai pedal ya siip jawabku sambil naik sepeda dan mengayuhnya menyusul didin suara menggelegar di langit membuatku kaget sepedaku oleng aku hampir jatuh untung aku masih bisa mengendalikan sepedaku mendung tebal berwarna hitam menutupi matahari siang itu seperti sore hari gelap aku mengayuh sepedaku lebih cepat dan meluncur di samping didin didin adalah temanku yang paling akrab badannya memang tidak setinggi aku tapi otaknya cerdas dia berkacamata seperti aku dan punya kegemaran yang sama bersepeda aku senang berteman dengan didin karena dia pintar dan suka melucu setiap hari aku berangkat dan pulang sekolah bersama didin kebetulan rumahku tidak jauh dari rumahnya ketika berangkat ke sekolah aku melewati rumah didin sehingga aku selalu mampir untuk pergi ke sekolah bersama-sama begitu juga ketika pulang sekolah kami selalu bersama.
[close]
p. 2
aku dan didin tidak satu kelas aku di kelas empat a didin di kelas empat b sekolah kami tidak jauh mungkin sekitar satu kilometer dari rumahku kalau dari rumah didin lebih dekat lagi ayah pernah mencoba mendaftarkan aku sekolah di kota ketika awal masuk sd tetapi aku lebih suka sekolah yang dekat dengan rumah sehingga aku bisa pergi dan pulang sekolah naik sepeda kadang-kadang aku dan didin membuat janji untuk bersepeda bareng di hari libur seperti kali ini kami membuat janji untuk bersepeda ke alun-alun besok kebetulan besok adalah hari minggu alun-alun selalu ramai di hari minggu banyak orang berolah raga mulai jalan sehat bersepeda sampai senam masal di sana juga banyak orang berjualan mulai makanan dan minuman pakaian sampai peralatan rumah tangga alun-alun kota banyak dikunjungi orang di hari libur karena merupakan tempat yang paling murah untuk rekreasi tapi sepedaku belum kelihatan bagus baru kemarin aku minta ayah untuk dibelikan setang aku kepingin sepedaku seperti teman-teman dimodel-model jadi kelihatan gaya salah satunya model setang berbentuk huruf h model ini sedang ngetrend sekarang hampir semua sepeda temanku yang laki-laki setangnya berbentuk huruf h selain ukurannya yang kecil setang seperti ini kelihatan bergaya sekarang sepedaku sudah seperti punya teman-teman hanya saja catnya agak suram maklum sepedaku ini sudah lama ayah membelikanku ketika kelas satu sd aku perlu mengecatnya lagi supaya kelihatan baru jadi kalau besok aku pergi dengan didin sepedaku sudah dicat aku duluan fal seru didin sambil melambaikan tangannya jangan lupa besok ya teriaknya lagi setelah memasuki halaman rumah aku tidak menjawab terus mengayuh sepedaku menuju rumah air mulai jatuh dari langit sebentar saja baju seragamku sudah basah aku mengayuh sepedaku sambil berdiri kutekan pedal kuat-kuat supaya sepedaku melaju kencang aku tidak ingin bukubuku di tasku menjadi basah rumahku terletak setelah perempatan jalan meskipun aku tinggal di sebuah desa tapi jalan di depan rumahku selalu ramai banyak kendaraan yang lewat mulai sepeda mobil truk bus bahkan trailer di sebelah timur rumahku ada stm yang siswanya banyak mengendarai motor di sebelah timurnya lagi ada sebuah pabrik yang beberapa hari sekali selalu ada trailer masuk ke sana mengangkut barang-barang di sebelah timurnya lagi ada lapangan tempat parkir bus kata ayah bus-bus itu milik pak kades kadang-kadang bus-bus itu parkir di depan rumahku mereka sering disewa oleh warga di desaku untuk mengantar ke makam wali-wali sering juga disewa oleh sekolahsekolah untuk mengantar siswanya rekreasi.
[close]
p. 3
ibu selalu mengingatkanku agar berhati-hati ketika menyeberang sering terjadi kecelakaan di perempatan bahkan pernah juga di depan rumahku kebanyakan para pelajar stm yang menjadi korban dan juga pelakunya itulah sebabnya ibu khawatir jika aku bersepeda ke sekolah tapi aku berhasil meyakinkannya bahwa aku akan selalu berhati-hati ketika bersepeda setelah menyeberang aku masuk ke halaman melewati pintu pagar besi rumahku berpagar tembok di kiri dan kanan tingginya hampir setinggi aku di bagian depan ada pintu gerbang dari besi dengan dua daun pintu seperti sayap kupu-kupu setiap pagi ayah selalu membuka pintu itu tapi hanya satu daun pintu yang dibuka kata ibu kalau dibuka semua siswa-siswa stm sering duduk-duduk di pintu pagar ketika jam istirahat kalau hanya sekedar duduk tidak masalah tapi mereka selalu membuang sampah sembarangan sehingga membuat kotor pagar depan padahal banyak tamu keluar masuk rumahku untuk memasukkan atau mengambil hasil ketikan tentu akan membuat mereka tidak nyaman ketika melihat halaman rumahku penuh sampah berserakan ibuku tidak bekerja tetapi menerima jasa pengetikan di rumah sebelum menikah ayahlah yang membuka usaha pengetikan di rumah setelah menikah usaha itu masih berlanjut sampai sekarang tapi diteruskan oleh ibu setiap hari selalu ada tamu yang datang ke rumahku ibuku menyebut mereka `konsumen aku mendengar kata itu ketika ibu berbicara dengan ayah para konsumen itu hanya menyerahkan contoh tulisan kepada ibu kemudian ditinggal untuk diambil besok atau beberapa hari lagi ibu mengetik sendiri ayah sebenarnya ingin membantu tapi ibu melarangnya hasil ketikan ayah jelek begitu kata ibu ibu tidak mau membuat konsumen kecewa tempat pengetikan kita dikenal karena hasilnya yang bagus dan rapi yah kata ibu suatu hari kalau hasilnya jelek nanti mereka pindah ke tempat lain kita yang rugi kan ayahku seorang guru komputer di sebuah smp aku juga heran mengapa guru komputer hasil ketikannya tidak bagus ayah bisa kok mengetik dengan hasil yang bagus jawab ayah ketika aku bertanya tentang itu hanya saja ayah kurang telaten tidak seperti ibu mungkin ayah tidak punya banyak waktu untuk membantu ibu ayah berangkat pagi dan pulang di sore hari seringkali ayah mengantar ibu keluar selepas maghrib pergi ke pasar untuk belanja atau ke minimarket membeli popok dan susu untuk adik aku punya seorang adik laki-laki namanya abiq umurnya dua tahun meskipun tidak gemuk tapi badannya tergolong montok kulitnya kuning rambutnya agak kecoklatan aku tidak tahu mengapa adik tidak sama denganku kulitku agak gelap badanku kurus seperti tiang bendera tidak ada manusia yang sama fal kata ayah
[close]
p. 4
ketika kutanya tentang aku dan adikku orang kembar pun tidak akan sama persis meskipun saudara kandung benar juga kata ayah satu hal yang mirip antara aku dan adik adalah rambut kami yang lurus mungkin meniru ayah dan ibu yang sama-sama berambut lurus adikku sudah bisa ngomong meskipun kadang-kadang tidak jelas dia biasa memanggilku `mas seringkali dia mengucapkan kata-kata yang lucu itu membuatku gemas ayah dan ibu pun tertawa kalau aku gemas aku meremas-remas tangan dan kaki adik dia meronta dan mengerang aku semakin senang itu juga yang membuat yang uti dan tanteku kangen sehari saja yang uti tidak melihat adik pasti kangen dan meminta tante ami untuk menjemputnya hampir setiap hari adik selalu dijemput tante ami dan dibawa ke rumah yang uti ayah dan ibu menjemput adik di sore hari sambil singgah sebentar untuk berbincang-bincang dengan yang uti seperti siang ini adik tidak ada di rumah pasti dijemput tante ami tadi pagi biasanya adik segera menghadangku di pintu ketika mendengar suara sepeda di teras ayah juga belum pulang hanya ibu yang kulihat sedang mengetik setelah ganti pakaian dan mencuci muka aku makan siang bagiku makan adalah sebuah kegiatan yang membosankan aku jarang sekali makan secara rutin sehari kadang hanya dua kali bahkan pernah hanya sekali ibu sering mengomel kalau aku tidak mau makan aku tidak tahu mengapa aku sering tidak merasa lapar mungkin itu sebabnya badanku kurus tapi aku merasa sehat aku bisa ke sekolah bermain dan melakukan kegiatan lain selesai makan aku menuju kamar dan rebahan untuk mengusir rasa capek badanku terasa linu dan pegal-pegal padahal aku di sekolah hanya lima jam mulai jam tujuh sampai jam duabelas di sekolah pun aku sering duduk aku tidak tahu bagaimana rasanya temanku yang bersekolah di full-day school berangkat pagi pulang sore dengan tas ransel seperti perlengkapan tentara kulihat mereka membungkuk ketika berangkat sekolah membayangkan mereka punggungku ikut merasa sakit air hujan menerpa daun-daun pisang di kebun sebelah rumahku suaranya semakin keras kupejamkan mataku sambil mendengarkan gemuruh hujan di genting dan menikmati suara kodok yang bersahut-sahutan di kebun suara hujan dan kodok semakin pelan karena aku semakin mengantuk setelah itu aku tidak mendengar apaapa lagi
[close]