Pedoman Penyusunan Tesis

 

Embed or link this publication

Description

Edisi tahun 2012

Popular Pages


p. 1

PEDOMAN PENULISAN TESIS Fakultas Pascasarjana Tahun Akademik 2013/2014 UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA PASCASARJANA 2013 1 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 2

KATA PENGANTAR Buku ini merupakan Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia yang memuat ketentuan-ketentuan tentang penulisan usulan penelitian, penulisan tesis, teknik penulisan tesis serta lampiran-lampiran yang mendukung penulisan tesis. Pedoman penulisan tesis ini berlaku untuk semua program studi yang berada di dalam naungan Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia. Diharapkan melalui buku pedoman ini penyelenggaraan proses belajar-mengajar terutama dalam penulisan tesis dapat mencapai hasil yang optimal baik dari segi waktu penyelesaian studi, maupun dari segi kualitas tesis yang dihasilkan. Sehubungan dengan itu, kewajiban kita bersama untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan yang terlingkup dalam buku pedoman ini, agar penyelenggaraan Fakultas Pascasarjana di lingkungan Universitas Komputer Indonesia menjadi lebih berkualitas. Kami mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan buku pedoman ini yang telah berusaha keras menyusun buku pedoman penulisan tesis Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu memberi bimbingan dan kekuatan kepada kita, Amin. Bandung, Januari 2012 Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia Dekan, Dr. Ir. Herman S. Soegoto, MBA. NIP. 4127.70.002 2 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 3

DAFTAR ISI Kata Pengantar ………………………………………………………………………………………………………………………………………………. Daftar Isi ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………. BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………………………………………………………………….………. A. Syarat Penulisan Tesis …………………………………………………………………………………………………………….………. B. Syarat Ujian Tesis ……………………………………………………………………………………………………………………………. C. Aspek-aspek Penilaian Ujian Tesis ………………………………………………………………………………………….………. D. Prosedur Tesis ………………………………………………………………………………………………………………………..………. E. Proses Penulisan Tesis …………………………………………………………………………………………………………….………. F. Pengumpulan Data ………………………………………………………………………………………………………………….………. G. Penyerahan Artikel Ilmiah ………………………………………………………………………………………………….………. BAB II BIMBINGAN TESIS ……………………………………………………………………………………………………………………..………. A. Pengertian Bimbingan Tesis ……………………………………………………………………………………………………………. B. Pembimbing ……………………………………………………………………………………………………………………………………. C. Syarat Pembimbing …………………………………………………………………………………………………………………………. D. Tugas Pembimbing ………………………………………………………………………………………………………………….………. E. Prosedur Bimbingan ………………………………………………………………………………………………………………..………. F. Buku Bimbingan ………………………………………………………………………………………………………………………………. G. Pergantian Pembimbing ………………………………………………………………………………………………………....………. BAB III PENULISAN USULAN PENELITIAN TESIS …………………………………………………………………………………….………… BAB IV PENULISAN TESIS ……………………………………………………………………………………………………………………..……….. BAB V TEKNIK PENULISAN TESIS ………………………………………………………………………………………………………….………… A. Tajuk ……………………………………………………………………………………………………………………………………...……….. B. Bahan Yang Digunakan ……………………………………………………………………………………………………………………. C. Pengetikan ……………………………………………………………………………………………………………………………..………. D. Spasi (Jarak Antara Baris) ………………………………………………………………………………………………………..………. E. Abstract dan Abstrak. ……………………………………………………………………………………………………………..………. F. Penomoran Bab, Anak Bab dan Paragraf ………………………………………………………………………………..……….. G. Penomoran Halaman ………………………………………………………………………………………………………………………. H. Penulisan Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………………………… BAB VI PENULISAN ARTIKEL ILMIAH…..…………………………………………………………………………………………….………… LAMPIRAN – LAMPIRAN ……………………………………………………………………………………………………………………………….. i ii 1 1 2 2 4 6 6 6 7 7 7 7 7 8 8 8 10 14 20 20 21 21 21 22 22 22 23 25 31 3 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 4

BAB I PENDAHULUAN Pedoman penulisan karya ilmiah ini digunakan untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar magister S-2 Sistem Informasi pada Fakultas Pascasarjana, Universitas Komputer Indonesia. Calon lulusan disyaratkan menyerahkan Tesis dalam bentuk cetakan (hardcopy) dan digital (softcopy). Adanya pedoman umum penulisan Tesis untuk memperoleh keseragaman dalam penulisan. Dalam batas-batas tertentu, kebebasan tetap diberikan kepada setiap konsentrasi terutama yang memang merupakan kekhasan dalam konsentrasi terkait. ADMINISTRASI PENDAFTARAN TESIS A. SYARAT PENULISAN TESIS Mahasiswa berhak mengajukan penulisan Tesis secara formal jika sudah memenuhi syarat-syarat di bawah ini. 1. Telah mengikuti matrikulasi (untuk Program Studi Magister Manajemen) dan lulus semua mata kuliah atau telah menempuh mata kuliah dari trimester satu sampai trimester ketiga. 2. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 (untuk Program Studi Magister Manajemen) dan minimal 2,75 (untuk Program Studi Magister Sistem Informasi). 3. Lulus mata kuliah Research Methodology & Research Design dengan nilai minimal B. 4. Telah menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi keuangan. B. SYARAT UJIAN TESIS Lama penulisan Tesis adalah 4 (empat) bulan, apabila melebihi waktu yang diberikan harus mengajukan perpanjangan masa studi dan memberikan laporan perkembangan penulisan proposal atau Tesisnya yang telah mendapat persetujuan dari dosen pembimbing kepada pengelola program. Setelah mahasiswa selesai menyusun Tesis dan sudah lulus semua mata kuliah dengan IPK minimal 3,00 (untuk Program Studi Magister Manajemen) dengan paling banyak dua (2) nilai C dan minimal 2,75 (untuk Program Studi Magister Sistem Informasi ) tidak ada nilai D, mahasiswa bisa mendaftar untuk ujian Tesis. Syarat untuk mendaftar ujian Tesis adalah sebagai berikut ini. 1. Menyerahkan 1 eksemplar Tesis yang sudah disetujui oleh dosen pembimbing. 2. Menyerahkan 1 Summary Tesis dalam format Jurnal maksimal 10 halaman A4. 3. Menyerahkan 2 softcopy Tesis dan summary tesis dalam bentuk Microsoft Word dan PDF, format sesuai 4 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 5

dengan ketentuan dari perpustakaan UNIKOM. 4. Menyerahkan 2 lembar fotokopi skor TOEFL minimal 475 yang masih berlaku. 5. Menyerahkan 1 lembar fotocopy kartu mahasiswa yang masih berlaku. 6. Menyerahkan bukti lunas SPP trimester berjalan dari Bagian Keuangan. 7. Menyerahkan Catatan Kemajuan Studi yang sudah terisi lengkap. 8. Melengkapi persyaratan administrasi lain yang ditentukan oleh masing-masing Program Studi. C. ASPEK–ASPEK PENILAIAN UJIAN TESIS Di dalam ujian Tesis, aspek-aspek sebagai berikut ini menjadi dasar penilaian kelulusan. 1. Keaslian dan keterbaruan 2. Tata cara penulisan 3. Keterkaitan Tesis dengan Keilmuan 4. Metodologi penelitian dan pencapaian 5. Kemampuan Presentasi Hasil ujian Tesis dapat dikategori sebagai berikut ini. 1. LULUS TANPA REVISI Mahasiswa yang dinyatakan LULUS TANPA REVISI, langsung diberi nilai oleh Tim Penguji pada formulir ujian. Selanjutnya mahasiswa bisa minta Surat Keterangan Lulus di Bagian Akademik. 2. LULUS DENGAN REVISI Bila mahasiswa dinyatakan LULUS DENGAN REVISI, nilai baru dapat diberikan setelah revisi disetujui. Batas waktu revisi Tesis paling lama adalah 1 (satu) minggu. 3. TIDAK LULUS Mahasiswa yang dinyatakan TIDAK LULUS, harus mendaftar untuk ujian Tesis lagi. Mahasiswa yang dinyatakan lulus ujian Tesis akan mendapat formulir lembar pengesahan yang digunakan sebagai kelengkapan syarat wisuda dan dijilid, Tesis diserahkan ke perpustakaan. Lembar pengesahan dapat diambil di Bagian Akademik setelah ditandatangani pengelola program. D. PROSEDUR TESIS Pelaksanaan mata kuliah Tesis dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur yang terbagi menjadi beberapa tahap, yaitu penemuan topik Tesis, penyusunan proposal, penyerahan proposal, pelaksanaan masa bimbingan, penyerahan Tesis dan sidang Tesis. Penemuan Topik Tesis. Pada tahap penemuan topik untuk Tesis, mahasiswa Program Magister dapat 5 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 6

mengikuti mata kuliah Research Methodology & Research Design. Proses pembelajaran mata kuliah ini, mahasiswa dibimbing oleh Dosen Pengampu untuk mulai menyusun proposal Tesis dengan membaca berbagai literatur (buku teks & jurnal ilmiah) yang berhubungan dengan variabel penelitian yang akan dijadikan Tesis. Jumlah minimal literatur yang akan dijadikan referensi minimal 15 yang diterbitkan maksimal 10 tahun terakhir, terhitung sejak tahun mahasiswa mengambil mata kuliah Tesis. Tahap penemuan topik Tesis, dapat dilakukan sejak awal perkuliahan/trimester 1. Penyusunan Proposal. Penyusunan proposal adalah proses penulisan fenomena yang akan diangkat menjadi topik Tesis, proses penulisan teori-teori yang akan digunakan untuk menjelaskan fenomena tersebut, serta rancangan metode yang akan digunakan untuk mengambil/mengumpulkan data fenomena yang akan diangkat menjadi Tesis. Berdasarkan hal tersebut, maka proposal disusun atas 3 bagian, yaitu pendahuluan, tinjauan pustaka dan metode penelitian. Penjelasan mengenai ketiga bagian tersebut akan diuraikan lebih lanjut di bagian format proposal. Penyerahan Proposal. Penyerahan proposal adalah kegiatan pengumpulan proposal yang sudah disusun kepada Panitia Tesis Pasca Sarjana. Tanggal penyerahan proposal akan ditentukan pada setiap trimesternya oleh Panitia Tesis Pasca Sarjana. Mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah Tesis, yang tidak menyerahkan proposal sesuai dengan batas akhir tanggal yang ditentukan, memiliki resiko terlambat dalam proses penentuan calon pembimbing Tesis. Penentuan Pembimbing. Penentuan pembimbing dilakukan setelah berkas proposal diterima oleh Panitia Tesis Pasca Sarjana. Pembimbing Tesis ditentukan oleh Panitia Tesis Pasca Sarjana berdasarkan bidang kekhususan dan topik yang diajukan oleh mahasiswa. Dekan Fakultas Pascasarjana akan mengeluarkan Surat Tugas untuk pembimbing Tesis dan Panitia Tesis Pasca Sarjana mengeluarkan buku Kemajuan Studi, yang akan diisi oleh mahasiswa setiap melakukan bimbingan. Mahasiswa tidak diperkenankan memilih pembimbing. Jika terjadi pergantian pembimbing ditengah masa bimbingan karena pembimbing berhalangan tetap, maka proses penentuan pembimbing kembali diserahkan pada Panitia Tesis Pasca Sarjana. Pelaksanaan Masa Bimbingan. Pelaksanaan masa bimbingan adalah proses pertemuan antara mahasiswa yang mengambil mata kuliah Tesis dengan pembimbing yang sudah ditentukan. Metode dan prosedur pelaksanaan masa bimbingan, diatur berdasarkan kesepakatan antara pembimbing dan mahasiswa, dengan tetap mengacu pada aturan-aturan tentang bimbingan yang berlaku umum di UNIKOM. Tempat penyelenggaraan bimbingan sedapat mungkin di kampus UNIKOM. 6 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 7

Pemantauan Bimbingan. Pemantauan kemajuan penulisan Tesis dilakukan secara rutin per trimester melalui pertemuan antara mahasiswa yang mengambil mata kuliah Tesis dengan Panitia Tesis Pasca Sarjana. Apabila terdapat masalah dalam masa bimbingan, pada saat pertemuan tersebut akan dicarikan solusi yang pada prinsipnya dapat memperlancar penyelesaian penulisan Tesis. Penyerahan Tesis. Penyerahan Tesis adalah kegiatan pengumpulan Tesis yang sudah disetujui oleh pembimbing kepada Panitia Tesis Pasca Sarjana. Tanggal penyerahan Tesis ditentukan pada setiap trimesternya oleh Dekan Pascasarjana, minimal 2 minggu sebelum pelaksanaan sidang Tesis. Mahasiswa yang tidak menyerahkan Tesis sesuai dengan batas akhir tanggal yang ditentukan, tidak diperkenankan mengikuti sidang Tesis untuk periode tersebut. Sidang Tesis. Jadwal sidang ditentukan atas kesepakatan rapat Panitia Tesis Pasca Sarjana. Sidang Tesis adalah proses mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan hasil penulisan Tesis yang sudah dilakukan selama ini, kepada Dosen Penguji. Yudisium. Yudisium adalah proses penentuan hasil sidang Tesis. Yudisium dilaksanakan sesaat setelah penyelenggaraan sidang Tesis. Kriteria yudisium akan dijelaskan lebih lanjut pada bagian peraturan kelulusan mata kuliah Tesis. E. PROSES PENULISAN TESIS Di Fakultas Pascasarjana Unikom, Tesis dapat dipilih dalam bentuk riset kualitatif maupun riset kuantitatif yang menggunakan hipotesis atau studi kasus. Studi kasus adalah studi yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan atau untuk menangkap kesempatan tertentu yang dihadapi oleh organisasi untuk suatu kasus tertentu. Suatu kasus merupakan isu yang terjadi di organisasi yang benar-benar terjadi. Pada umumnya, sebuah kasus ditulis berdasarkan sudut pandang dari pengambil keputusan yang terkait. Penulis kasus harus melaporkan kasus tersebut dengan segenap kemampuannya, menyediakan fakta yang relevan tentang kasus tersebut. 7 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 8

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam proses penulisan kasus diuraikan di bawah ini : a. PEMILIHAN TOPIK KASUS Pada tahap awal ini, mahasiswa memutuskan kasus apa yang akan ditulis dan mengapa menulis kasus tersebut. Mahasiswa hendaknya menyesuaikan kompetensi yang dimiliki dengan kasus yang akan ditulis. Mahasiswa dianjurkan untuk menghindari duplikasi topik maupun judul tesis dengan terlebih dahulu melakukan penelurusan topik atau judul. b. PENCARIAN SUMBER INFORMASI Ketika mahasiswa telah memutuskan kasus seperti apa yang akan ditulis, maka tahap selanjutnya, pencarian sumber informasi. Pada tahap ini, mahasiswa menelusuri apa dan siapa yang dapat membantu dalam pelaksanaan penulisan kasus tersebut. Sumber informasi tersebut dapat diperoleh dari tempat berkerja, alumni, kolega, seminar bisnis dan sebagainya. Sumber Eksternal Eksternal: • Praktisi Bisnis • Himbauan dari Alumni Perencanaan Kasus : • Area Fungsional • Topik • Isu • Konsep SUMBER INFORMASI Tahap Selanjutnya Sumber : Penulis Kasus Internal : • Seminar Konferensi Bisnis • Jurnal Bisnis • Daftar Alumni • Kolega • Konsultan • Dokumentasi Pekerjaan • Lapangan Berhubungan Dengan Perusahaan Ketika mahasiswa sudah mengetahui sumber-sumber informasi yang bisa dijadikan sebagai pendukung penulisan Tesis, selanjutnya mencari tahu apakah organisasi (perusahaan) yang akan diteliti bisa bekerja sama atau tidak. Mahasiswa tidak bisa melanjutkan penulisan Tesis apabila tidak mendapat persetujuan dari perusahaan dan dari institusi terkait. Mahasiswa harus melakukan pertemuan dengan manajer perusahaan 8 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 9

yang dipercaya dapat mendukung penulisan Tesis yang dilakukannya. Sebelum melakukan kontak dengan perusahaan, ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut ini : 1. Periksa kembali arsip. Apakah baru-baru ini ada orang lain dalam universitas terkait yang melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut dengan alasan yang sama. Hal ini perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih dan perusahaan merasa tidak membuang waktunya untuk menjawab pertanyaan yang sama. 2. Selalu buat perjanjian jika hendak bertemu. Dengan demikian, pihak perusahaan akan dapat lebih mempersiapkan data yang dibutuhkan dan menyediakan waktu yang tepat untuk berdiskusi. 3. Menarik informasi mengenai perusahaan sebanyak mungkin, diantaranya dapat dilakukan menggunakan internet. Hal ini akan memperluas pengetahuan mahasiswa untuk lebih mengenal perusahaan yang akan diteliti. F. PENGUMPULAN DATA Merupakan proses pengumpulan informasi yang relevan dengan penulisan kasus. Ada beberapa sumber data, meliputi sebagai berikut ini. 1. Data yang mudah ditemukan di luar perusahaan baik yang terpublikasi maupun yang tidak. 2. Data yang ditemukan di dalam perusahaan, bentuk tertulis, ada yang mudah diakses dan ada pula yang susah untuk diperoleh (butuh usaha yang lebih lagi untuk dapat memperolehnya). 3. Data yang ditemukan di dalam perusahaan, tidak dalam bentuk tertulis, lakukan wawancara untuk bisa memperoleh data tersebut. 4. Data yang tidak dapat ditemukan dalam bentuk apapun juga. Untuk kasus seperti ini, mahasiswa bisa memilih untuk tidak melanjutkan penulisan Tesis, atau secara eksplisit/implisit menyatakan dalam Tesis bahwa informasi tidak tersedia. G. PENYERAHAN ARTIKEL ILMIAH Selain menyerahkan laporan hasil Tesis, jika mahasiswa sudah lulus ujian Tesis, maka sesuai keputusan Menteri Pendidikan lulusan S2 harus juga menyerahkan suatu artikel ilmiah. Artikel Ilmiah adalah summary Tesis yang telah disetujui oleh dosen pembimbing menggunakan format Jurnal berukuran A4 berkolom dua kecuali abstrak dan judul dengan maksimal 10 halaman. Artikel ilmiah ini setelah direview oleh dewan redaksi Majalah Ilmiah UNIKOM akan dipublikasikan di Publikasi Berkala Penelitian Program Pascasarjana Universitas Komputer dan eJurnal UNIKOM. Secara lengkap dijelaskan pada Bab VI. 9 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 10

BAB II BIMBINGAN TESIS A. PENGERTIAN BIMBINGAN TESIS Bimbingan Tesis adalah proses konsultasi atau diskusi antara pembimbing dan mahasiswa magister yang sedang menyusun Tesis. Setiap mahasiswa akan dibimbing oleh satu/dua orang pembimbing yang disediakan oleh Program Studi. Untuk hal-hal yang khusus, Program Studi dapat menunjuk pembimbing tambahan sesuai kebutuhan, dengan jumlah maksimum pembimbing 2 orang. B. PEMBIMBING Penentuan pembimbing dilakukan setelah masa penyerahan proposal Tesis. Khsusus untuk pembimbing Pertama ditentukan oleh Panitia Tesis Pasca Sarjana, sedangkan pembimbing kedua boleh dari pihak Industri tempat pengambilan data dilakukan dengan terlebih dahulu melengkapi curriculum vitae (CV). Panitia Tesis Pasca Sarjana akan menentukan dosen pembimbing sesuai dengan topik Tesis dan kualifikasi dari calon dosen pembimbing. Penentuan dosen pembimbing akan dikukuhkan dengan surat keputusan yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia. C. SYARAT PEMBIMBING Syarat pembimbing adalah sebagai berikut : − Pembimbing adalah dosen tetap/tidak tetap di Fakultas Pascasarjana Universitas Komputer Indonesia atau seorang pakar dari luar Universitas Komputer Indonesia. − Kualifikasi akademis pembimbing pertama minimal bergelar Magister dan memiliki Jenjang Jabatan Akademik Lektor dan sedang studi S3. − Bidang keahlian pembimbing harus sesuai dengan minat utama atau area kajian Tesis. D. TUGAS PEMBIMBING Secara umum tugas pembimbing dalam penyusunan Tesis adalah mengarahkan mahasiswa dalam mempersiapkan proposal hingga sidang Tesis. Secara terperinci tugas pembimbing meliputi hal-hal sebagai berikut : − Menyediakan waktu/mengatur jadwal bimbingan untuk mahasiswa yang dibimbing. − Membantu mahasiswa menemukan sumber-sumber rujukan baik dalam bentuk buku ataupun jurnal ilmiah. − Membantu mahasiswa dalam memilih alternatif perumusan masalah, konsep/teori, serta metode yang akan 10 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 11

digunakan. − Memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa yang dibimbing. − Memberikan penugasan/petunjuk, arahan/saran kepada mahasiswa sampai akhir penyusunan Tesis. − Bekerja sama dengan pembimbing lainnya (bagi pembimbing 1 atau pembimbing 2) untuk menentukan spesifikasi/bagian Tesis yang akan dibimbing. − Pembagian tugas antara pembimbing pertama dan kedua dilakukan atas dasar kesepakatan antara kedua pembimbing, tapi dalam kelaziman posisi pembimbing pertama lebih dominan dalam penentuan arah dan kelulusan tesis. E. PROSEDUR BIMBINGAN Bimbingan dapat dilakukan oleh mahasiswa setelah nama dosen pembimbing ditentukan secara resmi. Adapun prosedur yang dapat dilakukan oleh mahasiswa selanjutnya adalah: − Menemui dosen pembimbing yang sudah ditentukan. − Menanyakan waktu/jadwal bimbingan kepada dosen pembimbing (untuk masing-masing pembimbing, bila ada pembimbing 2 orang). − Melaksanakan masa bimbingan secara rutin, sesuai kesepakatan dengan dosen pembimbing. Jumlah maksimal pertemuan bimbingan adalah 16 kali untuk masing-masing pembimbing. Bimbingan minimal dilakukan sebanyak 8 kali dengan pembimbing I, dan 8 kali dengan pembimbing II. Sisanya dapat ditentukan oleh mahasiswa sesuai kebutuhan. Dalam kasus tidak ada dosen pembimbing II, jumlah pertemuan bimbingan dapat dilakukan maksimal 16 kali. Jika hanya ada satu pembimbing, minimal jumlah pertemuan bimbingan adalah 10 kali. Bimbingan sedapat mungkin dilakukan di kampus UNIKOM. F. CATATAN KEMAJUAN STUDI Buku bimbingan Tesis adalah alat monitoring untuk memantau kemajuan proses penyusunan Tesis. Catatan Kemajuan Studi akan menjadi salah satu rujukan bila terjadi masalah dalam penyusunan Tesis bagi mahasiswa yang bersangkutan. Catatan Kemajuan Studi selalu dibawa pada saat berkonsultasi dengan pembimbing dan dosen pembimbing harus menandatangani dan menulis catatan penting dalam buku tersebut. G. PERGANTIAN PEMBIMBING Bila proses bimbingan tidak berjalan, maka pergantian dosen pembimbing dapat saja dilakukan. Pergantian dosen pembimbing akan diatur dan diputuskan oleh Panitia Tesis Pasca Sarjana atas dasar pertimbangan dari dosen pembimbing dan mahasiswa yang bersangkutan. Kelaziman penggantian pembimbing adalah karena 11 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 12

pembimbing berhalangan tetap seperti penugasan ke luar negeri, sakit atau meninggal dunia. Pergantian pembimbing karena konflik antara dosen dengan mahasiswa diselesaikan dengan tahapan konfirmasi pada pembimbing pertama, sebelum Panitia Tesis Pasca Sarjana memutuskan pergantian atau peniadaan pembimbing. 12 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 13

BAB III PENULISAN USULAN PENELITIAN TESIS JUDUL • Judul penelitian dimuat pada lebar jilid, yang ditulis secara singkat dan jelas sehingga menggambarkan penelitian yang akan dilakukan. • Judul penelitian memuat kata kunci yang menggambarkan masalah penelitian, sasaran penelitian (populasi dan lokasi) serta metode penelitian. • Judul bukan duplikasi topik atau penelitian dari karya ilmiah yang sudah digunakan untuk tesis. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Mengemukakan state of the art dari penelitian yang akan dilakukan, pernyataan tentang keterbaruan, keunikan dari fenomena yang akan diteliti baik masalah teoritis maupun praktis atau menggambarkan situasi yang melatar belakangi masalah. 1.2. Identifikasi Masalah • Mengemukakan tentang masalah yang dikaji (statement of the problem), tujuan dan lingkup permasalahannya. • Dinyatakan dalam kalimat tanya atau pernyataan yang mengandung masalah. 1.3. Tujuan Penelitian Menegaskan tujuan penelitian yang terkait dengan pengembangan keilmuan dan manfaat praktis dari masalah yang akan diteliti. Tujuan penelitian berkaitan dengan identifikasi masalah yang akan diangkat dalam tesis. 1.4. Manfaat Penelitian Menyebutkan kegunaan teoritis yang akan dicapai dari masalah yang diteliti maupun kegunaan praktis yang dapat dicapai dari penerapan pengetahuan dari hasil penelitian ini. 1.5. Pembatasan Masalah dan Asumsi Pembatasan masalah membahas titik awal penelitian dan ruang lingkup kajian sehingga penelitian lebih terarah dan pembahasannya fokus pada tujuan penelitian. 13 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 14

Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang sesuatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian. 1.6. SISTEMATIKA PENULISAN Berisikan sistematika (outline) dari Tesis. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini berisi uraian alur pikir dan kajian perkembangan keilmuan dari topik yang diangkat. Dengan tinjauan pustaka ini mahasiswa dapat menunjukkan penguasaan ilmu pengetahuan yang mendasari atau terkait dengan permasalahan yang dikaji. Tinjauan pustaka berisi pula ulasan tentang inti kajian (state of the art) yang terdapat dalam setiap judul dalam daftar pustaka dan menunjukkan bagaimana dipilihnya topik kajian serta arah yang akan ditempuh dalam menyelesaikan pembahasan/penyelesaian topik kajian tersebut. 2.1. Kajian Pustaka Sebelum menyusun tesis penulis telah mencari dan membahas terbitan (publikasi) yang berhubungan dengan topik atau masalah penelitian. Literature review dari setiap terbitan/buku/publikasi yang dianggap relevan dibahas secara kritis, meliputi : - Siapa yang pernah meneliti topik atau masalah itu. - Dimana penelitian itu dilakukan. - Apa unit dari bidang studinya. - Bagaimana pendekatan dan analisisnya. - Bagaimana kesimpulannya. - Apa kritikan terhadap studi itu. 2.2. Alur Penelitian (Roadmap) Dari beberapa pustaka yang dikaji pada kajian pustaka, maka disusun suatu kerangka penelitian yang menjelaskan posisi dari penelitian yang dijadikan tesis. Alur Penelitian (Roadmap) bisa berupa berupa bentuk bagan alur pemikiran. 14 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

p. 15

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian menguraikan secara rinci yaitu pendekatan pendekatan yang digunakan sampai analisisnya. Pokok-pokok bahasan yang terkandung dalam metode penelitian mencakup materi dan sasaran penelitian, metode penelitian (rancangan percobaan, metode sampling atau sensus), variabel penelitian/fokus kajian, teknik analisis data, waktu dan lokasi penelitian. Dalam bab Metolodologi Penelitian tidak perlu lagi dimasukkan studi literatur karena studi literatur cukup berada di bab Kajian Pustaka. 3.1. Metode yang Digunakan Argumentasi tentang pemilihan pendekatan atau metode dengan memperhatikan sifat-sifat variabel yang diteliti dan informasi yang diperlukan. 3.2. Operasionalisasi Variabel Penarikan batasan yang lebih menjelaskan ciri-ciri spesifik yang lebih substantif dari suatu konsep. Tujuannya, agar dapat dicapai suatu alat ukur yang yang sesuai dengan hakikat variabel yang sudah didefinisikan konsepnya, maka penulis harus memasukkan proses atau operasionalnya alat ukur yang akan digunakan untuk kuantifikasi gejala atau variabel yang ditelitinya. Dalam kinerja sistem informasi, operasional variabel dikenal sebagai metriks. 3.3. Sumber dan Cara Penentuan Data/Informasi Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh dan penelitian adalah merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid. 3.3.1 Sumber Data Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya, maka sumber data disebut responden (orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan). Apabila menggunakan observasi, maka sumber datanya bisa berupa dokumen observasi, model, atau bentuk data observasi yang lazim dipergunakan. Apabila peneliti menggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatan yang menjadi sumber data. 3.3.2 Cara Penentuan Data/Informasi Seperti telah dikemukakan bahwa penelitian adalah merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid. Untuk bisa mendapatkan data yang valid tersebut, maka peneliti harus terlebih mengetahui macammacam data. Macam-macam data yang dikemukakan berikut diperoleh dengan instrumen yang 15 Pedoman Penulisan Tesis Fakultas Pascasarjana | U N I K O M

[close]

Comments

no comments yet